nenek tua berpayung lusuh
berjalan antara kalumbuk sampai anduriang
pinggiran lubuk lintah di lewati tanpa alas kaki
mengelabui mata sang dermawan
panas, hujan dan badai meraba raba dirinya
dengan baju tipis ia kuyup
tangannya menggigil
sampailah kaus kaki yang menhangatkan tangan tua itu
sekarang dimanakah ia
hingga tersirat di hati ku ingin menemuinya
nenek tua berpayung lusuh
dimanakah engkau
hingga tiada kabar ku dengar dari angin yang bertiup
nenek tua berpayung lusuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tuliskan kritik dan saran serta pertanyaan yang membangun.